Ya Allah Berkahilah Kami di Bulan Rajab dan Sya’ban, Sampaikan Kami dibulan Ramadhan

| No comment
Tidak terasa bulan Ramadhan 1437 H sudah dekat. Dan pertama-tama kita akan dipertemukan dengan bulan Rajab, salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Sesuai dengan kalender yang sudah beredar, saat ini kita sudah memasuki bulan Rajab. Setelah Rajab adalah Bulan Sya’ban dan Kemudian dua bulan lagi pada bulan Juni 2016 kita sudah memasuki bulan Suci Ramadhan.

Bulan Rajab adalah bulan yang mulia, salah satu dari 4 bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Ada banyak amalan dan doa yang bisa kita baca dan amalkan pada bulan ini. Namun yang pasti adalah bahwa kita dilarang untuk berbuat kedzoliman dan juga dosa-dosa baik pada orang lain, diri sendiri atau maksiat terhadap Allah. Yang harus kita perbanyak adalah amal sholeh.

Ada doa yang sering diucapkan oleh kaum muslimin ketika memasuki bulan Rajab. Doa itu pada intinya kita meminta agar diberikan berkah (kebaikan yang melimpah) pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

Berikut ini doa bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan:


Amalan Bulan Rajab

Allah telah memuliakan beberapa hari, malam, dan bulan atas sebagian yang lainnya. Semua ini sesuai dengan hikmah ilahiyah yang sangat dalam. Tujuannya, agar para hamba lebih giat melaksanakan kebaikan dan memperbanyak amal shalih di dalamnya. 

Tetapi, syetan dari jenis manusia dan jin senantiasa berusaha menghalangi mereka dari jalan yang lurus dan mengintai mereka dari segala penjuru agar tidak jadi melaksanakan kebaikan-kebaikan. 

Syetan juga menipu umat manusia dengan menanamkan keyakinan bahwa saat-saat yang utama dan penuh rahmat tersebut adalah kesempatan mereka untuk berleha-leha dan bersantai serta menuruti nafsu dan syahwat.

Bulan Rajab merupakan salah satu dari bulan-bulan haram (suci atau mulia) dalam islam. Ia adalah bulan yang ke tujuh dalam kalender islam atau kalender hijriyah. Sebagian dari kita menyambutnya dengan berdoa dan menjadikan bulan ini sebagai momentum mempersiapkan diri menyambut Ramadhan.

Dengan memasuki bulan Rajab, berarti saat-saat kedatangan bulan Ramadhan semakin dekat. Agar nantinya kita dapat memanfaatkan bulan suci itu dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak ibadah, persiapannya mesti dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelumnya, khususnya ketika memasuki bulan Rajab. 

Salah satu caranya adalah dengan menyucikan diri dengan banyak beristighfar, memohon ampun kepada Allah. Dan bulan Rajab memang salah satu saat yang terbaik untuk banyak beristighfar. 

Keagungan Rajab membuat bulan ini menjadi bulan ibadah, seperti puasa. Banyak masyarakat Islam yang sering kali tidak mengerti kesucian puasa pada bulan yang agung Rajab ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah: 36)

Rajab juga mengingatkan kita pada peristiwa Isra’ dan Mi’raj, dimana Rasulullah diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina, yang kemudian dilanjutkan ke Mustawa. Isra’ dan Mi’raj merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah, yang benar-benar nyata di hati orang-orang yang beriman. 

Amalan Bulan Sya'ban

Bulan Sya’ban adalah bulan yang ke-8 dalam sistem kalender Islam. 

Bulan Sya’ban berada di antara bulan hijriyah Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan salah satu dari bulan haram. Di mana bulan haram ini adalah bulan yang dimuliakan. Bulan ini adalah yang dilarang keras melakukan maksiat, serta diperintahkan bagi kita untuk beramal sholih.

Hikmah keutamaan syaban diantaranya adalah sebagaimana yang terdapat di dalam sebuah hadist yang artinya : dari Usamah bin Zaid, beliau berkata, "Katakanlah wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa selama sebulan dari bulan-bulannya selain di bulan Sya’ban." 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i).

Memperbanyak berpuasa di bulan sya'ban adalah merupakan Sunnah Rasulullah SAW. Terdapat suatu amalan yang dapat dilakukan di bulan ini yaitu amalan puasa. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri banyak berpuasa ketika bulan Sya’ban dibanding bulan-bulan lainnya selain puasa wajib di bulan Ramadhan.
 
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah biasa memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Beliau hampir penuh puasa di bulan ini. Beliau hanya berbuka atau tidak berpuasa pada beberapa hari saja. Dan termasuk keistimewaan puasa syaban ini antara lain bila dilihat dari segi fisik.

Mari persiapkan diri kita untuk menyambut bulan suci Ramadhan sejak sekarang dengan memperbanyak amal sholeh, termasuk puasa pada bulan Rajab dan Sya'ban, sehingga nanti kita tidak kaget lagi ketika bertemu dengan bulan puasa Ramadhan. Semoga doa ini bisa membawa kita kepada kebaikan di bulan-bulan suci yang akan kita lalui. Aamiin ya rabbal ‘alamin.

 

Sumber :
http://doawiridamalan.blogspot.co.id/
http://hamizanupdate.blogspot.co.id/


Tags : , , , , ,

No comments:

Post a Comment

Jadwal Sholat

Follow by Email

Accordition

Yayasan Fatimah Az Zahra Lampung memiliki cabang pendidkan formal maupun non formal diantaranya: PG & TK Islam Az Zahra, SD Islam Az Zahra, dan Az Zahra Al Qur'an School.

TK Islam Az Zahra Bandar Lampung, merupakan Pendidikan formal untuk usia dini, diantaranya ada Play Group, TK A dan TK B.

SD Islam Az Zahra Bandar Lampung, merupakan pendidikan formal tingkat dasar yang mengedepankan pendidikan islami berbasis teknologi untuk menciptakan generasi yang Islami dan mampu bersaing dalam IPTEK.

Az Zahra Al Qur'an School merupakan pendidikan non formal yang terdiri dari Taman Pendidikan Al Qur'an (TPA) dan Rumah Menghafal Al Qur'an (RMA).